Musikindo - Indonesian Music Sites | Simple, cute, dynamic and colorful design
 
Penantian Hidup, Rilisan Kedua SamSons
19 May 2007

Album bertajuk Penantian Hidup ini mulai dipasarkan 25 Mei mendatang. Single pertamanya, Kisah Tak Sempurna, telah dirilis 25 April kemarin di Jakarta. Album ini merupakan perwujudan perjalanan hidup mereka sejak peluncuran album debut Naluri Lelaki hingga sekarang. Kali ini, SamSons menjamin sophomore-nya bakal berbeda dari Naluri Lelaki.

"Secara musikalitas, lirik dan aransemen, akan lebih dewasa," ujar Irfan, sang gitaris. Bahkan, ada beberapa lagu yang bernuansa klasik dengan penambahan brass section dan unsur orkestra. "Kita sekarang lebih memikirkan caranya bikin musik yang berkarakter, nggak hanya enak didengar," tambah Irfan.

Irfan menyebut cara ini adalah untuk pendewasaan musik SamSons sendiri. Dari segi lirik, juga lebih universal. Lingkupnya jauh lebih luas. Tema yang diusung tidak hanya soal cinta antara pria dan wanita. Ada cinta terhadap lingkungan, serta hubungan manusia dengan Tuhan.

Di album pertama, SamSons lekat dengan karakter lagu-lagu yang sedikit nge-rock dipadu lirik manis nan romantis. On stage, mereka pun diakui garang beberapa musisi lain. Lalu, mengapa justru memilih Kasih Tak Sempurna yang cenderung slow tempo sebagai single pertama?

"Sekali-sekali, kita ingin menuruti keinginan penggemar," jawab Irfan. Namun ia mengaku tidak takut idealismenya sebagai musisi tergerus kepentingan komersil. "Kita memang mulai mengambil tempo-tempo medium untuk beberapa lagu. Tapi karakter rock-nya tetap dipertahankan," ia menambahkan.

Beberapa musisi luar kawakan seperti Meatloaf dan Queen memang influence band ini. Namun, demi menggali karakter bermusik, mereka berusaha meminimalkan influence dan memaksimalkan brainstorming dalam mengumpulkan ide.

Irfan masih menciptakan hampir seluruh track di album ini. Namun, sang vokalis, Bams, ikut membuat lirik salah satu lagu bermuatan brass section. Judulnya masih di rahasiakan.

"Tunggu aja tanggal mainnya. Yang jelas, lagu ini bakal jadi hit juga," kelakar gitaris bernama lengkap Irfan Aulia Irsal ini. Pria ini juga mengaku sudah menyiapkan materi untuk album ketiga yang rencananya dirilis tahun depan. (*)

Pengaruh Maestro Erwin Gutawa

Sophomore SamSons ini disebut-sebut punya nuansa orkestra cukup lekat. Unsur inilah yang membuat musik mereka terdengar lebih mantap dan dewasa. Ternyata, yang ada di balik perubahan musik band pop-rock ini memang bukan orang biasa. Dialah sang maestro, Erwin Gutawa.

Pertemuan dengan musisi papan atas ini berawal dari kontribusi sang gitaris, Irfan, dalam salah satu proyek Erwin, Rockestra yang rilis awal 2007 lalu. Ada dua lagu ciptaan Irfan, Seandainya dan Jika Ku Harus Bermimpi yang sedianya akan disertakan dalam album tersebut. Namun, akhirnya diurungkan dengan berbagai pertimbangan. Keduanya kemudian tercantum dalam track list album Penantian Hidup.

Batal masuk album bukan berarti putus kerjasama. Erwin pun turun tangan meng-arrange ramuan orkestra untuk sophomore SamSons ini. "Kita bawa materi, lalu brainstorming sama mas Erwin tentang aransemennya," jelas Irfan. Hasilnya, ada empat lagu dalam album ini bernafas roh orkestra ala Erwin. Penasaran seperti apa hasilnya? Tunggu 25 Mei mendatang.

[Print]

Send news

Your email Your friend's email

:: New Comment ::
Name:
Email: (optional)

smile:

smile wink wassat tongue laughing happy sad angry dry crying
love hah ninja blink question 

| Forget Me

Theme


Google
 
Web MusikIndo.com