Rilis Album The Best
16 Mar 2006

Grup band Cokelat, genap berusia 10 tahun pada 25 Juni mendatang. Selama satu dasawarsa berkarya, Cokelat telah melahirkan empat buah album, dan setiap album mampu meraih sukses di pasaran. Untuk merefleksikan perjalanan mereka selama 10 tahun ke belakang, grup band yang terdiri atas Kikan (vokal), Ronny (bass), Edwin (melodi), Ervin (drum) dan Ernest (rhythm) ini meluncurkan album The Best berjudul Tak Pernah Padam, di Hard Rock Cafe, Jakarta, kemarin.

Mereka mengaku, 10 tahun berkarir di dunia musik Indonesia, bukanlah hal mudah. "Banyak pengalaman pahit dan manis kita jalani. Mulai dari musuhan antar personil, sampai baikan lagi, terus dapat kritikan dan cemoohan dari pihak yang mencoba memadamkan kami. Bersyukur, sampai saat ini kami bertahan," ujar Ronny.

Berangkat dari rasa bersyukur itulah, Cokelat memutuskan membuat album The Best. Menurut Kikan, Cokelat sudah memenuhi syarat untuk membuat album The Best. Selain usia grup band yang sudah matang, jumlah lagu hits mereka sudah mencukupi. "Lagu-lagu hits kami lumayan banyak, dan kami merasa sudah cukup layak untuk membuat album The Best," ujar istri dari Yuke, bassist grup band Dewa 19 ini.

Lalu, kenapa tidak membuat full album baru saja? "Bukan berarti kami malas, lho. Tapi, Cokelat sudah berkarya 10 tahun lamanya, dan ini saatnya untuk memberikan sebuah bingkisan untuk para Bintang Cokelat (sebutan bagi para fans Cokelat, Red). Bingkisannya berupa sebuah album yang merangkum lagu-lagu terbaik kami. Jadi, mereka yang baru saja mengenal Cokelat bisa meringkasnya dengan memiliki album ini," tutur Edwin.

Di tengah penggarapan album The Best ini, Cokelat mendapat tawaran untuk mengisi Soundtrack film Ekspedisi Madewa. "Ini kebetulan banget, jadi bisa mempermudah kami dalam mensosialisasikannya. Selain itu, mengisi soundtrack film layar lebar menjadi pengalaman satu pengalaman berharga. Makanya, lagu yang dipakai di film itu, berjudul Terlalu Indah," ungkap Ronny.

Album The Best Cokelat, Tak Pernah Padam, berisikan 14 lagu, tiga di antaranya lagu baru. "Ketiga lagu baru itu kami dedikasikan untuk orang-orang yang telah berjasa mendukung Cokelat selama ini. Lagu Nyanyian Sahabat, kami persembahkan buat Bintang Cokelat. Kemudian, lagu Tak Pernah Padam, menjawab pertanyaan dan kritikan mereka yang selama ini meragukan kami," ucap Kikan.

Masih dalam rangka menyambut 10 tahun usia Cokelat, grup band asal kota Bandung ini juga membuat buku kecil, berisi sejarah perjalanan mereka dalam berkarir. Di dalamnya terdapat biografi masing-masing personil. Menariknya, buku sederhana itu dicetak full colour seperti majalah.

[Print]

Send news

Your email Your friend's email

:: New Comment ::
Name:
Email: (optional)

smile:

smile wink wassat tongue laughing happy sad angry dry crying
love hah ninja blink question 

| Forget Me

Theme


Google
 
Web MusikIndo.com