|
Di tengah serangan berbagai pihak terkait Rancangan Undang-Undang Antipornografi dan Pornoaksi, penyanyi Inul Daratista masih bisa berkarya. Si Ratu Ngebor itu meluncurkan album baru, Mau Dong, di Karaoke Inul Vizta, Jakarta, kemarin. Bagi Inul, album baru tersebut merupakan buah dari penantian panjang.
"Pembuatannya sejak dua tahun lalu, lho. Tapi, karena kita tidak mau asal-asalan dalam berkarya dan ingin memberikan yang terbaik, jadinya ya lama," ungkap pemilik nama lengkap Ainur Rokhimah itu.
Yonni Dores selaku produser mengungkapkan, pengerjaan album kedua Inul tersebut dimulai sejak Februari 2004 dan berakhir Februari 2006. "Selama itu, kita terus menyempurnakan lagu dan aransemen dan menunggu kesiapan dari label bersangkutan," ujarnya.
Di album dengan lagu andalan Mau Dong karya musisi Andy Ayunir itu, Inul juga turut menyumbangkan karyanya. "Aku mencipatakan lagu berjudul Untukmu. Lagu itu jadi andalan kedua, yang aku buat sekitar satu tahun lalu," ungkapnya.
Sebelum resmi direkam dan diluncurkan, beberapa lagu dalam album baru Inul ternyata sudah dipasarkan. "Setahun lalu, aku, Mas Yonni, sama Mas Andy promosi lagu ini ke tiga kota di Jepang. Alhamdulillah, mendapat sambutan yang baik. Banyak yang suka dengan lagu-laguku ini," jelasnya.
Untuk di dalam negeri, wanita asal Pasuruan itu mengatakan sudah sangat hati-hati untuk urusan goyang dan lagu. Alhasil, album barunya tersebut tidak dihiasi jurus andalannya, goyang ngebor.
"Album ini sangat berbeda dengan album sebelumnya. Tidak heboh karena goyang ngebornya dikurangi. Bahkan, hampir tidak ada, kecuali sedikit di lagu Untukmu. Sebab, klip videonya sudah dibuat satu tahun lalu. Pokoknya, album ini lebih menonjolkan keindahan lagu saja," ungkapnya.
Inul mengakui sudah tidak percaya diri lagi untuk melakukan goyang ngebor. "Jujur saja, untuk goyang itu, saya sudah sulit melakukannya lagi. Kecuali, dalam keadaan off air dan tidak ditayangkan. Tapi, wajah tetap Inul, kok. Cuma gaya saja yang berbeda," tuturnya lantas tertawa.
Meski begitu, Inul tetap berharap masyarakat bisa menerima karya dan gayanya dengan apa adanya. "Jujur saja, dalam keadaan ini, saya ditabrak dengan perasaan serbasalah. Mulai serbasalah dalam bergoyang sampai serbasalah dalam berpakaian. Takut dibilang terlalu seksi lagi. Mudah-mudahan, album baruku bisa diterima masyarakat dan penggemar saya," pungkasnya. |